Minggu, 09 Oktober 2011

Ayah


Renungan buat kita semua





maaf sebelumnya klo Mungkin diantara temen-temen ada yang pernah baca artikel ini,,tapi ini salah satu artikel bagus yg pernah saya baca...semoga bermanfaat...


di balik kisah seorang "Ayah"
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....


Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.


Lalu bagaimana dengan Ayah?


Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,


tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?


Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,


tapi tahukah kamu, bahwa sepulang 
Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......


Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.


Dan setelah 
Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...



Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu 
Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,



Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....


Tapi sadarkah kamu?


Bahwa 
Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.



Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.


Tetapi 
Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"



Tahukah kamu, 
Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, 
Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :



"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".


Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.


Ketahuilah, saat itu 
Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja....


Kamu mulai menuntut pada 
Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".



Tahukah kamu, bahwa 
Ayah melakukan itu untuk menjagamu?



Karena bagi 
Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..



Setelah itu kamu marah pada 
Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...



Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....


Tahukah kamu, bahwa saat itu 
Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,



Bahwa 
Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?



Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, 
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')



Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..


Sadarkah kamu, kalau hati 
Ayah merasa cemburu?



Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan 
Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.



Maka yang dilakukan 
Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...



Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...


Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati 
Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .



Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti 
Ayah akan segera datang?



"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan 
Ayah"



Setelah lulus SMA, 
Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.



Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan 
Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...



Tapi toh 
Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginannya



Ketika kamu menjadi gadis dewasa....


Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...


Ayah harus melepasmu di bandara.


Tahukah kamu bahwa badan 
Ayah terasa kaku untuk memelukmu?



Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .


Padahal 
Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.



Yang 
Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".



Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah 
Ayah.



Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.


Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan 
Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...



Kata-kata yang keluar dari mulut 
Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"



Padahal dalam batin 
Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".



Tahukah kamu bahwa pada saat itu 
Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?



Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.


Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.


Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada 
Ayah untuk mengambilmu darinya.



Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..


Karena 
Ayah tahu.....



Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....


Saat 
Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....



Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu 
Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?



Ayah menangis karena 
Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....



Dalam lirih doanya kepada Tuhan, 
Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....



Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....


Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu 
Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

 Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates